Salah satu kalimat umum: "menyesal datangnya belakangan". Tapi ya.. Memang begitu. Seperti grafik 'want—have—lose'. Sepertinya tidak ada orang yang tidak pernah kehilangan sesuatu, benar?
Kenapa kehilangan kadang terasa menyakitkan? Karena ada 'sesuatu' di dalamnya. Entah itu something valuable, kenangan, atau yang lain. Karena jika itu tidak memiliki hal spesial maka tidak akan masalah. Kemudian beberapa dari kita memutuskan untuk tidak 'menyesal', karena ingin berpikir positif, merasa membuang waktu atau lebih ingin berfokus pada masa yang akan datang. Tapi rasa kehilangan pasti ada, iya?
Karena itu kalimat umum lain seperti "jagalah hal disekitarmu sebelum kamu kehilangannya & menyesal", ya.. Kurang lebih seperti itu.
Aku pernah menulis tentang penyesalanku kehilangan. Dan aku adalah orang yang tidak mudah menerima, maka aku berusaha mendapatkan itu kembali. Tapi, ada hal yang hanya terjadi sekali dan tidak akan pernah kembali kan? Karenanya aku lebih berhati-hati dalam menjaga sesuatu. Meski kadang sebuah 'kehilangan' menjadi bagian cobaan dari Tuhan, tapi apapun yang dimiliki sekarang harus dijaga dengan baik. Apapun itu.
Mungkin seperti ini, dimana saat kita menginginkan sesuatu maka hal itu menjadi sangat berharga. Tetapi saat sudah memiliki kadang merasa biasa saja, dan ketika kehilangan akan menjadi berharga lagi. Lalu bukankah kita harus belajar mengikhlaskan? Apa yang hilang adalah kehendak Tuhan dan kita harus menerimanya? Iya, tentu saja. Tapi suatu kehilangan memiliki pesan tertentu. Meski begitu, apa kita tidak ingin menghargai dan menjaga apa yang kita miliki? Memberikan yang terbaik dan sebagai wujud syukur atas apa yang telah diberikan-Nya.
Banyak dari kita yang mungkin belum sadar betapa pentingnya menghargai apa yang dimiliki. Harus diingat bahwa cobaan tidak selalu negatif. Apabila kita diberi sesuatu yang berharga maka itu juga bisa disebut cobaan. Cobaan untuk menguji apakah kita bisa menjaga pemberian-Nya dengan baik. "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS Al-Anbiya:35).
Intinya, jangan sampai menyesal karena tidak dapat berbuat yang terbaik saat kita masih memilikinya. Menghargai dan menjaga benda, orang-orang sekitar maupun yang lain akan sangat menenangkan. Karena sesuatu yang telah pergi terkadang tidak akan bisa diambil kembali.
Kalau difikir, ternyata benar juga.
BalasHapusTerima kasih sudah berkunjung!😊
Hapus