Seperti.. Melihat peran yang sama pada orang lain.
Tapi sungguh. Kupikir setiap orang punya caranya masing-masing dalam menjalankan perannya.
Pada suatu alasan, aku lebih baik.
Pada alasan lain, aku yang terburuk.
Tentu, otomatislah aku berbelas kasihan.
Seperti bercermin.
Memandang diri, dalam tubuh yang berbeda.
Tapi kembali lagi.
Aku bukan mereka.
Aku hanya.. Mempunyai satu bilik cerita yang sama.
Yang mengantarkanku pada keibaan satu nasib.
Yang entah, akan berakhir di ujung yang sama.
Bukankah itu adalah baik?
Untuk mengiba..
Untuk berbelas kasih..
Dan untuk mengatakan,
"Akulah rumahmu".