Minggu, 05 Agustus 2018

Regret

Bukankah lenyap itu menyedihkan?
Karenanya aku tidak ingin meminta.
Aku lebih akan meminta kebahagiaan pada Tuhan.
Tapi, ketika perihnya adalah perihku, yang bisa aku rasakan.
Setidaknya beberapa kali aku meminta sesuatu yang salah pada-Nya.
Timbun saja perihnya, lalu bukankah itu akan jadi indah?
Mungkin tidak. Mereka sudah perih, sudah tersayat.
Dan aku melihatnya.
Kemudian merasakannya.
Pada akhirnya, tetap melakukannya.
Maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar